Dec 17 2011
Kepemimpinan ?
Hari jumat, sahabatku sharing mengenai kepemimpinan. Memang banyak sekali yang dapat saya ambil contoh dari kepemimpinan sahabatku ini karena dia telah berhasil melakukan negosiasi yang sangat sulit untuk mendapatkan hak yang menjadi bagian dari perusahaanku.
Negosiasi adalah salah satu dari sisi kepemimpinan yang cukup sulit sehingga dari dua kali assement yang aku lakukan baik oleh DDI maupun SHL nilaiku hanya 2 artinya belum memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh perusahaanku masih perlu pembelajaran lebih detail.
Negosiasi menurut DDI dan juga SHL adalah ” Secara efektif mencari alternatif dan posisi posisi untuk mencapai hasil yang mendapatkan dukungan dan penerimaan dari semua pihak ” memang cukup sulit karena kita sering terjebak untuk mencapai apa yang menjadi tujuan kita sedangkan kebutuhan pihak lain terkadang diabaikan.
Sahabatku ini telah berhasil melakukan negosiasi dengan pencapaian yang cukup signifikan untuk perusahaan kami sehingga revenue di tahun 2011 meningkat secara signifikan sehingga semua pegawai senang karena dengan pencapaian seperti itu maka perusahaan dapat memberikan insentif yang menarik buat karyawannya.
Terobosan yang cukup signifikan yang dilakukan oleh sahabaatku ini adalah pihak perusahaan lain yang pada saat terjadinya negosiasi menaruh kepercayaan penuh terhadap dia sehingga mau terus menerus berhubungan untuk melakukan negosiasi. Secara awam hal yang dinegosiasikan adalah bila ada kue Tart yang sudah dimilki oleh perusahaan X selama 9 tahun ternyata kue tersebut tidak ada sepenuhnya di piring X tersebut tetapi sebagian kue tersebut ada di piring perusahaan Y. Kue Tart tersebut memang diberikan oleh pemiliknya ke Perusahaan X tetapi ternyata setelah ada proses yang terjadi di bawah permukaan kuenya tidak sepenuhnya di piring X. Dengan adanya UU maupun PP yang menyatakan bahwa X harus membagi kue tersebut ke Y maka kita mencoba untuk mendapatkan hak tersebut karena memang perusahaan Y sudah melakukan investasi dan membuktikan bahwa kue tsb sebagian terletak di piring Y dan X harus memberikan hak kue tsb ke Y sesuai dengan banyaknya kue yang menempel di Y. Sulit memang untuk melakukan negosiasi seperti itu karena pihak X tidak mau dengan mudahnya membagi kuenya sebelum ada bukti yang kuat seberapa besar kue Tart tersebut menempel di piring Y.
Luar biasa sahabatku ini berjuang untuk meyakinkan perusahaan X bahwa prosentase kue yang menempel di piring Y adalah sekian persen. Banyak sekali duka yang dialami oleh sahabatku ini karena orang yang tidak tahu filosofi negosiasi akan men cap sahabatku ini lambat dalam membuat keputusan. Padahal dalam proses negosiasi nilai ukurnya adalah win win solution sehingga tidak ada satu pihakpun merasa dirugikan. Alhamdulillah akhirnya proses negosiasi sudah berhasil dan kedua perusahaan tidak ada yang merasa dirugikan karena pembagian kue sudah sesuai dengan hak masing masing.
Bebarapa hal yang bisa saya tangkap dari sharing masalah kepemimpinan ini adalah bahwa perusahaan kita setara dan kelak perusahaan tsb adalah partner kita sehingga tidak boleh melakukan negosiasi secara egois dan dengan penuh kemarahan. Seorang leader harus mempunyai pikiran positif dan menghormati kepentingan pihak lain. Kemudian hal yang kedua adalah data untuk negosiasi harus sama sehingga dalam melakukan negosiasi masing masing pihak harus saling bertukar data dengan semikian maka proses negosiasi sangat fair karena masing masing pihak memilki data yang sama dan setara. Kemudian analisa dan tool yang dilakukan dalam mengolah data harus sama sehingga dalam melakukan diskusi bisa aple to aple tidak aple to orange atau aple to strawberry. Dasar hukum atau PP yang menjadi referensi harus disepakati dan sama sehingga tidak melebar kemana mana walaupun basis dari perusahaan kami beda karena mereka basis perusahannya asing sedangkan kami perusahaan nasional. Bila negosiasi melalui jalan buntu maka masing masing pihak harus mundur terlebih dahulu sehingga masing masing bisa berpikir secara jernih dan mencoba mencari alternatif pemecahan. Pada saat melaksanakan negosiasi jangan personal sehingga perang yang dilakukan sangat fair masing masing memperjuangkan perusahaan bukan karena masalah personal, dengan cara seperti itu maka pertemanan bisa terjalin dengan baik tidak saling membenci. Buat kesepakatan untuk keluar masuk data harus satu pintu baik dari perusahaan X maupun Y sehingga tidak ada pihak yang melakukan intervensi sendiri sehingga proses negosiasi akan divergen karena terlampau banyak pihak yang turut campur sehingga kesepakatan kesepakatan yang telah terjalin rusak oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya cukup salut juga dengan kebijakan yang diambil oleh sahabatku ini karena dengan mengatakan seperti itu maka dia berani tidak populer dan ada pihak pihak yang tidak nyaman dengan keputusan tersebut. Dari pernyataan itu aku bisa melihat bahwa seorang pemimpin harus fokus dengan objektifnya dan harus tegas mempertahankan objektifnya sehingga objektifnya bisa tercapai. Seorang pemimpin juga harus berani menjalankan hal hal yang cukup membahayakan untuk mencapai objektifnya tersebut dan ini terjadi ketika sahabatku ini melakukan lompatan yang cukup signifikan dan aku bilang adalah lompatan kuantum karena dia bisa mendapatkan approval dari orang yang sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam padahal secara normal approval dari orang tearsebut paling cepat adalah satu bulan tetapi rata rata didapatkan antara 3 sampai 6 bulan atau bahkan ada yang satu tahun. Luar biasa dan perjuangannya juga sangat luar biasa untuk mendapatkan approval tersebut. Aku juga merasa senang dengan keberhasilan sahabatku ini karena aku menjadi bagian dari lompatan kuantum tersebut.
Banyak hal yang bisa aku dapatkan dari sharing tersebut …..nanti ya dilanjut lagi soalnya mau masak dulu.



