Dec 17 2011

Kepemimpinan ?

Published by yatty under Sahabat

Hari jumat, sahabatku sharing mengenai kepemimpinan. Memang banyak sekali yang dapat saya ambil contoh dari kepemimpinan sahabatku ini karena dia telah berhasil melakukan negosiasi yang sangat sulit untuk mendapatkan hak yang menjadi bagian dari perusahaanku.

Negosiasi adalah salah satu dari sisi kepemimpinan yang cukup sulit sehingga dari dua kali assement yang aku lakukan baik oleh DDI maupun SHL nilaiku hanya 2 artinya belum memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh perusahaanku masih perlu pembelajaran lebih detail.

Negosiasi  menurut DDI dan juga SHL  adalah ” Secara efektif mencari alternatif dan posisi posisi untuk mencapai hasil yang mendapatkan dukungan dan penerimaan dari semua pihak ”  memang cukup sulit karena kita sering terjebak untuk mencapai apa yang menjadi tujuan kita sedangkan kebutuhan pihak lain terkadang diabaikan.

Sahabatku ini telah berhasil melakukan negosiasi dengan pencapaian yang cukup signifikan untuk perusahaan kami sehingga revenue di tahun 2011 meningkat secara signifikan sehingga semua pegawai senang karena dengan pencapaian seperti itu maka perusahaan dapat memberikan insentif yang menarik buat karyawannya.

Terobosan yang cukup signifikan yang dilakukan oleh sahabaatku ini adalah pihak perusahaan lain yang pada saat terjadinya negosiasi menaruh kepercayaan penuh terhadap dia sehingga mau terus menerus berhubungan untuk melakukan negosiasi. Secara awam hal yang dinegosiasikan adalah bila ada kue Tart yang sudah dimilki oleh perusahaan X selama 9 tahun ternyata kue tersebut tidak ada sepenuhnya di piring X tersebut tetapi sebagian kue tersebut ada di piring perusahaan Y. Kue Tart tersebut memang diberikan oleh pemiliknya ke Perusahaan X tetapi ternyata setelah ada proses yang terjadi di bawah permukaan kuenya tidak sepenuhnya di piring X. Dengan adanya UU maupun PP yang menyatakan bahwa X harus membagi kue tersebut ke Y maka kita mencoba untuk mendapatkan hak tersebut karena memang perusahaan Y sudah melakukan investasi dan membuktikan bahwa kue tsb sebagian terletak di piring Y dan X harus memberikan hak kue tsb ke Y sesuai dengan banyaknya kue yang menempel di Y. Sulit memang untuk melakukan negosiasi seperti itu karena pihak X tidak mau dengan mudahnya membagi kuenya sebelum ada bukti yang kuat seberapa besar kue Tart tersebut menempel di piring Y.

Luar biasa sahabatku ini berjuang untuk meyakinkan perusahaan X bahwa prosentase kue yang menempel di piring Y adalah sekian persen. Banyak sekali duka yang dialami oleh sahabatku ini karena orang yang tidak tahu filosofi negosiasi akan men cap sahabatku ini lambat dalam membuat keputusan. Padahal dalam proses negosiasi nilai ukurnya adalah win win solution sehingga tidak ada satu pihakpun merasa dirugikan. Alhamdulillah akhirnya proses negosiasi sudah berhasil dan kedua perusahaan tidak ada yang merasa dirugikan karena pembagian kue sudah sesuai dengan hak masing masing.

Bebarapa hal yang bisa saya tangkap dari sharing masalah kepemimpinan ini adalah bahwa perusahaan kita setara dan kelak perusahaan tsb adalah partner kita sehingga tidak boleh melakukan negosiasi secara egois dan dengan penuh kemarahan. Seorang leader harus mempunyai pikiran positif dan menghormati kepentingan pihak lain. Kemudian hal yang kedua adalah data untuk negosiasi harus sama sehingga dalam melakukan negosiasi masing masing pihak harus saling bertukar data dengan semikian maka proses negosiasi sangat fair karena masing masing pihak memilki data yang sama dan setara. Kemudian analisa dan tool yang dilakukan dalam mengolah data harus sama sehingga dalam melakukan diskusi bisa aple to aple tidak aple to orange atau aple to strawberry. Dasar hukum atau PP yang menjadi referensi harus disepakati dan sama sehingga tidak melebar kemana mana walaupun basis dari perusahaan kami beda karena mereka basis perusahannya asing sedangkan kami perusahaan nasional. Bila negosiasi melalui jalan buntu maka masing masing pihak harus mundur terlebih dahulu sehingga masing masing bisa berpikir secara jernih dan mencoba mencari alternatif pemecahan. Pada saat melaksanakan negosiasi jangan personal sehingga perang yang dilakukan sangat fair masing masing memperjuangkan perusahaan bukan karena masalah personal, dengan cara seperti itu maka pertemanan bisa terjalin dengan baik tidak  saling membenci. Buat kesepakatan untuk keluar masuk data harus satu pintu baik dari perusahaan X maupun Y sehingga tidak ada pihak yang melakukan intervensi sendiri sehingga proses negosiasi akan divergen karena terlampau banyak pihak yang turut campur sehingga kesepakatan kesepakatan yang telah terjalin rusak oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya cukup salut juga dengan kebijakan yang diambil oleh sahabatku ini karena dengan mengatakan seperti itu maka dia berani tidak populer dan ada pihak pihak yang tidak nyaman dengan keputusan tersebut. Dari pernyataan itu aku bisa melihat bahwa seorang pemimpin harus fokus dengan objektifnya dan harus tegas mempertahankan objektifnya sehingga objektifnya bisa tercapai. Seorang pemimpin juga harus berani menjalankan hal hal yang cukup membahayakan untuk mencapai objektifnya tersebut dan ini terjadi ketika sahabatku ini melakukan lompatan yang cukup signifikan dan aku bilang adalah lompatan kuantum karena dia bisa mendapatkan approval dari orang yang sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam padahal secara normal approval dari orang tearsebut paling cepat adalah satu bulan tetapi rata rata didapatkan antara 3 sampai 6 bulan atau bahkan ada yang satu tahun. Luar biasa dan perjuangannya juga sangat luar biasa untuk mendapatkan approval tersebut. Aku juga merasa senang dengan keberhasilan sahabatku ini karena aku menjadi bagian dari lompatan kuantum tersebut.

Banyak hal yang bisa aku dapatkan dari sharing tersebut …..nanti ya dilanjut lagi soalnya mau masak dulu.

4 responses so far

Sep 04 2011

Ramon, I miss u so much…

Published by yatty under Diary

Hampir satu minggu Ramon dirawat ……Kangen juga tidak ada yang menyapaku setiap aku keluar kamar. Malam malam Ramon tidur di sofa sehingga bila aku keluar kamar maka Ramon bangun dan langsung meong meong minta makan.

Ramon dirawat karena flu, bersin bersin terus sehingga engga mau makan. Gara garanya sih karena dimandiin di tempat perawatan. Aku memang sengaja masukin Ramon ke tempat perawatan karena badannya koreng dan berjamur sehingga takut nularin Tiani. Setelah sembuh dan mau diantar ke rumah maka aku minta supaya Ramon mandi dulu biar wangi dan biar engga ada kutunya. Eeh malah flu sehingga harus dirawat lagi.

No responses yet

Apr 10 2011

Naik Busway di sabtu sore tanggal 9 April 2011

Published by yatty under Diary

Berhubung sabtu ini tidak jadi ke Bandung, akhirnya aku merencanakan untuk pergi ke speaking center di wallstreet Ratu Plaza. Sebetulnya aku mau bawa mobil yang bisa kupergunakan namun mobilku tersebut dipinjam suamiku karena kebetulan mobil yang biasa digunakan suamiku lagi tidak ada. Akhirnya suamiku mengantarkanku sampai terminal Kampung Melayu. Aku memang sengaja tidak naik Taxi karena ingin berpetualang naik Busway sekalian berolah raga karena hasil test darah yang terakhir memperlihatkan bahwa cholesterolku cukup tinggi sekitar 243.

Terakhir ke terminal Kampung Melayu kira-kira tahun 2003, itu kira sudah 8 tahun yang lalu ketika kantorku masih di gedung Kwarnas, sehingga waktu tiba di terminal Kampung Melayu jantungku agak berdegup dengan kencang karena aku tidak terbiasa lagi dengan hiruk pikuk suasana terminal. Aku berjalan agak cepat dan mencoba untuk tidak memperlihatkan perasaan takut walaupun jujur saja aku takut sekali.

Akhirnya aku tiba di terminal Busway, berhubung aku belum pernah naik Busway dari terminal Kampung Melayu ke arah Ratu Plaza maka aku tanya ke petugasnya bagaimana cara supaya aku bisa sampai ke Ratu Plaza. Petugas disana mengatakan bahwa aku harus turun di Matraman dan pindah Bus yang ke arah Dukuh Atas. Maka akupun naik Busway yang kebetulan mau berangkat dan kosong sehingga akupun bisa duduk dengan nyaman.

Duduk di sebelah kiriku adalah wanita sekitar usia 27 tahun memakai blus warna coklat dan celana panjang hitam, rambutnya sebahu dan profil wajahnya cukup cantik dan menarik dengan postur tubuh yang ramping sedangkan di sebelah kananku wanita dengan postur agak gemuk memakai baju merah berambut agak keriting dan pendek. Rupanya wanita di sebelah kiriku mau ke senen dan dia menanyakan ke aku apakah Buswaynya sampai senen tetapi sebelum aku jawab perempuan di sebelahku langsung menjawabnya bahwa Bus tersebut memang lewat Senen. Akhirnya akupun ikut tanya ke wanita sebelah kananku dimana aku harus turun kalau mau ke Ratu Plaza dan dia menjawab bahwa aku bisa turun di Matraman atau di Harmoni dan dia menyarankan untuk turun aja di Matraman karena kalau ke Harmoni jaraknya lebih jauh. Pada saat Bus nya hampir sampai di Matraman maka wanita berambut keriting pendek tersebut memberitahukanku untuk siap-siap turun.

Aku turun dari Busway dan berjalan ke arah terminal Busway satunya lagi untuk ganti Bus. Ternyata Busway arah Dukuh Atas cukup ramai sehingga antrian penumpangnya cukup panjang juga. Ketika Busnya datang maka akupun tidak kebagian duduk dan berdiri dekat pintu agar mudah turunnya. Karena jarak Matraman ke Dukuh Atas tidak terlalu jauh maka akupun tidak merasa capek atau pegal ketika berdiri. Sampai Dukuh Atas akupun turun untuk ganti Bus lagi yang mengarah ke Blok M. Daerah Dukuh Atas sangat familiar untukku karena aku sempat 6 bulan berkantor di gedung Landmark. Aku sempat mengabadikan daerah Dukuh Atas tersebut untuk mengenang masa masa aku berkantor disana.

Sebetulnya jalan kaki untuk pindah Bus di Dukuh Atas cukup jauh, namun hal ini tidak terasa karena aku sangat menikmati daerah tersebut dan kebetulan juga sudah sore sehingga suasananya mendukung begitupula cuacanya cukup cerah dan tidak panas.

Pada saat aku naik Busway dari Dukuh Atas ke Ratu Plaza didalam Bus cukup padat tetapi Alhamdulillah ada laki-laki berumur sekitar 30 tahun mempersilahkan aku duduk dan dia berdiri di depanku. Alhamdulillah ternyata di Jakarta masih ada laki-laki yang memberikan tempat duduknya untuk Ibu-Ibu. Aku sebetulnya tidak membawa tas yang berat dan akupun memakai sepatu olah raga karena memang niatnya juga mau olah raga jadi cukup surprise juga ada yang memberikan tempat duduknya sama aku pada saat Bus cukup padat dengan penumpang. Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih dengan tulus.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di wallstreet dan akupun ke speaking center untuk latihan berbahasa Inggris.

No responses yet

Apr 06 2011

Ada apa dengan tanggal 6 April 2011 ?

Published by yatty under Diary

Entahlah hari ini aku merasa tidak karuan, malas, pusing, bingung dan ngeblank. Pagi-pagi seperti biasa sahabatku yang di lantai 23 ngajakin sarapan, terus terang aku sebetulnya lagi tidak mau pergi cuma tidak tega untuk menolaknya. Sesampainya disana kami pesan mie ayam dan teh tawar.

Tiba tiba datang dua gadis manis teman sahabatku, akhirnya kami berbincang dengan akrab sambil tertawa-tawa. Jujur kayaknya aku ngoceh tidak karuan dan ngaco, tapi aku tidak peduli.

Selesai sarapan, aku balik ke lantai 22 dan ternyata Boss sahabatku yang di lantai 23 mencari Bossku. Akhirnya kamipun terlibat diskusi yang sangat seru dan sangat penting karena menyangkut kelangsungan Perusahaanku. Aku sebetulnya banyak diam karena 2 GM dan satu VP yang sedang berdiskusi memiliki Visi dan Misi yang cukup brilian sehingga aku mencoba untuk mendengar paparan mereka agar bisa kumengerti. Kami berdiskusi sambil menikmati teh yang kubawa dari rumah, aku merasa seneng juga karena beliau-beliau sangat menikmati teh yang cukup nikmat.

Diskusi berakhir sampai jam 11.00 dan aku melanjutkan diskusinya bersama Bossku dan pada saat istirahat kamipun makan di dekat kantor dengan menu empal penyet. Entahlah pada saat makan aku banyak mengeluarkan kata-kata maupun sikap yang konyol sekali, untungnya Bossku orangnya sangat pengertian dan sangat baik sehingga beliau tidak merasa terganggu dengan kata dan sikapku tersebut. Aku merasa malu juga setelah sadar apa yang aku sampaikan ke Bossku tersebut.

Pada saat jam pulang, aku masih harus tinggal di kantorku karena harus menunggu jam 20.00 untuk encounter di wallstreet Ratu Plaza. Kejadian memalukan aku lakukan pada saat Bossku mau pulang, entahlah aku lagi gila atau memang lagi tidak karuan sehingga sikapku tidak sopan. Akhirnya Bossku pulang dengan perasaan yang mungkin tidak nyaman karena punya anak buah yang kurang ajar. Selama 30 menit aku merasa tidak enak dan ingin kirim sms untuk meminta maaf, tapi aku tidak berani sms karena aku memang segan sama Bossku tersebut.

Pada jam 16.30 aku sholat Ashar dan aku berdo’a sama Allah Swt supaya terhindar dari perbuatan yang tercela dan mohon ampun terhadap semua dosa dosa yang telah kulakukan. Selesai sholat aku bertemu dengan salah satu Staf Ahli Direktur dan beliaupun baru selesai sholat. Pada saat kami keluar musholla, beliau mengatakan Subhanallah betapa bercahayanya wajahku yang dipenuhi Nur Illahi dan itu karena aku meiliki hati yang bersih. Allahu Akbar ….aku merasa bersyukur dianggap seperti itu walaupun aku merasa bahwa aku adalah manusia yang banyak dosa dan aku selalu berusaha untuk menjadi orang yang baik dan mencoba menghindari perbuatan yang dilarang Allah. Hanya Allah lah yang mengetahui baik dan buruknya aku. Tetapi dengan kata-kata seperti itu betul betul sangat menyejukan sehingga aku harus berusaha lebih keras lagi supaya sesuai dengan persangkaan staf Ahli Direktur tersebut.

Sekitar jam 17.30 akupun berangkat ke Wallstreet Ratu Plaza menggunakan Busway karena mobilku lagi dipakai suamiku. Sampai wallstreet aku mampir dulu di ohlala karena merasa lapar. Dengan minum coklat panas dan satu croissant polos akhirnya rasa laparku hilang dan akupun pergi ke musholla untuk sholat maghrib.

Selesai sholat aku ke speaking center sambil menunggu waktunya encounter. Pada waktu encounter yang menguji adalah Jason, orangnya sangat menarik kalau mengajar dan aku sangat menyukai diajarin sama Jason. Alhamdulillah aku bisa lolos untuk naik tingkat. Jam 22.00 akupun sampai ke rumah. Ternyata kalau aku pulang malam,  ada yang diterlantarkan  di rumah yaitu kelinci dan juga Ramon kucingnya Tiani, mereka tidak ada yang memberikan makan , sehingga ketika melihat aku  datang maka semua binatang tersebut terlihat sangat seneng.

No responses yet

Apr 06 2011

Siap siap ……

Published by yatty under Diary

Sudah sebulan yang lalu suamiku mengajak liburan ke Anyer, hanya sulit sekali cari waktu yang tepat karena berbagai alasan. Akhirnya kami memutuskan tanggal 1 April pergi ke Anyer karena kebetulan Revin dan Tiani lagi liburan sekolah selama satu minggu. Tepat buat Tiani dan Revin tetapi tidak pas buat Gadhia karena tanggal 3 April baru mulai UTS.

Hari Jum’at sebetulnya aku sudah ijin cuti sama Boss ku, cuma aku akhirnya masuk kantor juga sebentar karena aku merasa malu dan engga enak sama Bossku tersebut, maklumlah Bossku orangnya terlalu baik dan pengertian banget. Bossku juga heran kok aku masuk kantor, tapi akhirnya beliau mengerti setelah kusampaikan alasan yang sangat logis.

Akhirnya aku di kantor sampai jam 9.30 karena banyak hal yang kami diskusikan menyangkut masalah Unitisasi, permasalahan di kantor dll. Pulang dari kantor aku tidak langsung pulang tetapi belanja dulu ke Pasar Rawamangun, aku membeli bakso dan otak-otak untuk dibawa ke Anyer karena menurut suamiku di resortnya bisa memasak. Sampai di rumah sudah jam 11.00 dan suamiku lagi makan siang karena mau siap-siap pergi sholat Jum’at. Berhubung kami mau pergi sekitar 3 hari dua malam maka si Mbak Nek dan Bi Engkas asistenku di rumah tidak terlalu banyak pekerjaan sehingga aku minta mereka merapikan kebun belakang. Akhirnya aku pergi ke Kali Malang untuk beli pupuk, tanaman pagar dan juga tanaman wali songo.

Tanaman walisongo sebetulnya tumbuhan tanpa bunga dan setiap tangkainya rata-rata punya daun berjumlah 9 tetapi banyak juga yang kurang dari 9. Daunnya berwarna hijau tua dan cukup lebar tanpa bunga. Tanaman ini memiliki makna yang dalam buatku sehingga aku sangat suka dengan tumbuhan ini. Ternyata tanaman ini cukup sulit dicari sehingga aku berjalan cukup jauh juga sepanjang penjual tanaman yang ada di Kali Malang. Sebetulnya aku pernah beli juga wali songo pada tanggal 8 Maret di daerah Kali Malang, cuma aku agak lupa tempatnya karena waktu itu sudah sore dan kebetulan yang masih buka hanya satu sehingga aku tidak terlalu sempet memperhatikan.

Akhirnya aku menemukan penjual tumbuhan wali songo dan aku membeli tumbuhan tersebut walaupun tdak sebagus tanaman yang sempat aku beli sebelumnya. Selain beli wali songo akupun membeli tumbuhan untuk pagar, pupuk dan obat hama. Aku sampai rumah sekitar jam 12.00 dan tepat pada saat itu suamiku lagi mau siap siap sholat Jum’at.

Selama nunggu suamiku pulang sholat Jum’at akupun siap-siap untuk pergi ke Anyer sambil memberi instruksi sama asistenku apa saja yang harus dikerjakan. Belakangan ini kalau pergi lama-lama ada perasaan khawatir karena ninggalin 3 kelinci dan dua kucing, makanya aku wanti wanti sama asistenku untuk memberi makan mereka karena biasanya yang memberi makanan binatang tersebut adalah Tiani anakku yang paling kecil dan kadang-kadang aku. Kami berangkat ke Anyer jam 14.22 karena seperti biasa suamiku mempersiapkan segala sesuatu untuk pergi ke Anyer mendadak sehingga kami harus menunggu cukup lama.

No responses yet

Mar 29 2011

Perbincangan yang panjang dan menyenangkan

Published by yatty under Sahabat

Hari ini aku sarapan dua kali, pertama dengan sahabatku dari  lantai 23 dan setelahnya dengan sahabatku dari lantai 22. Sulit memang punya dua sahabat yang punya selera makan berbeda sehingga tempat sarapannyapun beda. Sahabatku dari lantai 23 ini memang baru melaksanakan cutinya selama 2 minggu dan tidak tanggung tanggung dia cutinya ke Washington DC karena mengantar anaknya yang mau sekolah disana. Jadi aku sarapan sambil ngambil oleh-oleh yaitu coklat.

Sarapan kedua adalah dengan sahabatku yang  satu lantai denganku sehingga aku hanya makan ongol ongol. Sebetulnya kami tidak ada niatan untuk sarapan tetapi orang yang akan kami temui sedang rapat internal sehingga kamipun menunggunya di lantai bawah gedung sambil sarapan.

Hari ini aku diajakin makan siang oleh dua orang sahabatku dari SCM dan dari Project cuma aku agak kenyang sehingga dengan terpaksa aku tolak. Tiba tiba sahabatku yang satu lantai mengajakku ke Gramedia di Pelangi untuk cari buku, akhirnya akupun pergi ke Pelangi tanpa niatan mau makan siang. Sesampainya di Pelangi kami tidak ke Gramedia tetapi cari makanan ringan yaitu pisang kremes. Akhirnya terjadilah perbincangan yang panjang dan menyenangkan dengan sahabatku tersebut karena perbincangan kami sarat dengan nasihat, sharing pengetahuan dan bagaimana menjalani hidup dengan sebaik baiknya. Aku sangat puas dengan perbincangan tersebut karena dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan yang kami punya. Terima kasih sahabatku ” You are the best friend  forever “

No responses yet

Mar 27 2011

Bersyukur sekali punya atasan sebaik beliau ….

Published by yatty under Sahabat

Mulai awal Januari 2011 sedikit demi sedikit aku memulai lagi aktivitas normal setelah 1 tahun rasanya kegiatanku sangat padat sehingga pada tahun 2010 aku tidak sempat untuk Medical Check Up. Kegiatanku di kantor pada tahun 2010 memang luar biasa padat karena ada pekerjaan penting yang sangat menyita pikiran dan pekerjaan tersebut mempunyai nilai (value) yang sangat besar bagi keuntungan perusahaan. Pekerjaannya berkaitan dengan technical yang berat, rumit dan harus bertempur dengan perusahaan lain yang sudah World Class. Orang menganggap kegiatan kantorku tidak begitu padat tetapi sebetulnya pikiran dan perasaan sangat terkuras karena berkaitan dengan proses negosiasi.

Awalnya aku merasa atasanku di kantor tidak menghargai semua yang kulakukan karena beliau berulang-ulang bilang bahwa semua yang dicapai adalah buah pikirannya dan tidak ada yang pernah mau membantunya. Aku sebetulnya sangat terpukul dengan kata-kata beliau tersebut tetapi aku mencoba tegar dan bertahan karena aku juga merasa bahwa belum sepenuhnya aku bisa membantu pekerjaan beliau. Sesungguhnya aku selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk perusahaanku dan mencoba meringankan pekerjaan atasanku tersebut.

Akhir tahun 2010 ketika performance kinerja dinilai oleh atasan dan akupun menilai bawahanku barulah terjawab semuanya. Ternyata atasanku memberikan nilai performance kinerja yang sangat luar biasa untuk aku karena aku dinilai Excellent, Alhamdulillah…..aku merasakan kegembiraan yang sangat besar dan aku merasa sangat dihargai oleh atasanku tersebut karena selama 21 tahun bekerja baru kali ini aku dinilai excellent. Mungkin memang aku belum memberikan yang terbaik untuk perusahaanku tetapi atasanku menilai bahwa aku sudah berusaha semaksimal yang aku bisa. Dengan penilaian seperti itu aku merasa lebih termotivasi dalam bekerja dan aku ingin selalu memberikan yang terbaik untuk perusahaanku.

Atasanku saat ini sebetulnya sudah kukenal selama 21 tahun sehingga aku sudah menganggap sebagai kakakku sendiri, beliau low profile, sabar, baik, mempunyai pengetahuan yang banyak mengenai semua hal sehingga di kantorku tersebut beliau sering didatangi orang-orang untuk konsultasi. Saking baiknya beliau tidak pernah sekalipun memarahi aku bila aku melakukan kesalahan, beliau menasehatiku dengan cara yang baik sehingga aku sering merasa malu. Bisa dibilang atasanku tersebut terlalu baik sehingga. Tidak ada satupun yang berani kurang ajar sama beliau karena memang beliau punya charisma sehingga orang-orang segan. Suami dan anak-anakku kenal baik dengan beliau, malahan anakku yang paling kecil selalu minta aku untuk sering-sering ke rumah beliau karena beliau suka anak kecil sehingga anak-anakku merasa diperhatikan.

Selama 21 tahun aku bekerja di Perusahaanku tersebut semua yang menjadi atasanku baik sama aku dan pada saat mereka sudah tidak menjadi atasanku kami masih berhubungan dengan baik. Alhamdulillah kupanjatkan rasa syukur pada Allah Swt yang telah memberikan semua kemudahan dan kebaikan sama aku, Aku berdo’a semoga sampai aku pensiun aku bisa merasakan semua kemudahan dan kebaikan ini.

Aku berharap atasanku yang sekarang bisa mendapatkan promosi yang sepadan karena tanpa beliau negosiasi dengan perusahaan world class tersebut pastilah tidak akan seperti ini. Dengan kepiawaian beliau sebagai negosiator maka tujuan perusahaan secara keseluruhan bisa diraih dan beliau memang tidak mementingkan keuntungan pribadi semua pikiran dan tenaga beliau curahkan untuk perusahaan. Sayangnya aku tidak melihat beliau diberikan apresiasi yang sepadan tetapi aku berharap tim manajemen bisa memberikan penghargaan untuk beliau.

No responses yet

Jan 28 2011

Jakarta macet …..engga aneh ya ?

Published by yatty under Diary

Hari Rabu saya harus encounter class ke Wallstreet Ratu Plaza, jadwal encounter adalah jam 19.00 sedangkan saya pulang kantor sekitar jam 16.00. Memang jamnya tanggung banget karena kalau pulang dulu ke rumah malahan capek di jalan tapi kalau langsung ke Ratu Plaza nunggunya kelamaan. Berhubung ada kerjaan yang harus diselesaikan dan Boss juga masih rapat di ruang Direksi akhirnya aku menyelesaikan pekerjaanku dulu sambil nunggu waktu.

 

Sekitar jam 17.30 aku lihat di Jalan Sudirman depan Benhil kendaraannya banyak banget terutama motornya. Aku ke Ratu Plaza naik Busway karena kalau naik mobil jalan sudirman sudah three in one sedangkan kalau ngambil joki aku merasa tidak nyaman, kalau naik Taxi pasti nyampainya lama karena macet.  Pada saat naik jembatan yang berada di  depan Benhil kulihat ada Kopaja yang berhenti, eh kendaraan yang dibelakangnya dan sebagian besar motor membunyikan klaksonnya. Semua dengan gemas membunyikan klakson tidak ada henti hentinya, rasanya kuping ini mau pecah mendengar bunyi klakson sedemikian rupa dan sebagian besar orang yang mendengar bunyi klakson tersebut menutup telinga dengan rapat.

 

Dari Feeder Busway saya mencoba melihat ke jalan sudirman, ternyata jalur cepat tidak terlalu macet sedangkan jalur lambat sedemikian macetnya sehingga motorpun tidak bisa lewat.  Pas sampai tempat menunggu di Busway terlihat bahwa penumpang yang menuju arah Blok M yang antri hanya 4 - 5 orang saja sedangkan yang mengaraj ke Kota mungkin ada 30 -40 orang, wah sangat luar biasa padat sehinnga walaupun naik Busway tetapi tetap tidak nyaman kalau penumpang sebanyak itu.

 

 

No responses yet

Jan 25 2011

Pengemis di dekat terowongan Casablanca

Published by yatty under Opini

Aku berkantor di Jalan Profesor Doktor Satrio sudah hampir 3 tahun, dengan demikian perjalanan yang kulalui antara Duren Sawit ke kantorku lewat terusan Casablanca sudah tak terhitung jumlahnya.  Ada pemandangan yang miris kalau pulang kantor yaitu ketika melihat  beberapa pengemis  yang sedang mencoba membuat kami pengendara iba. Bila kita dari arah Satrio  maka pengemis2 tersebut ada di sebelum terowongan dan setelah terowongan. Jumlah pengemis yang tetap ada 4, yaitu nenek-nenek dan satu orang perempuan dengan anaknya kemudian setelah terowongan ada ibu ibu juga dengan anaknya dan seorang kakek kakek. Aku heran mengapa mereka bertahun-tahun menjadi pengemis tanpa ada kepedulian dari negara untuk mengurus mereka ?

Dalam photo terlihat ibu tersebut beserta 3 orang anaknya….saya ingat sekali ketika dua anaknya masih kecil-kecil dan Ibunya hamil. Mungkin hanya dua minggu Ibunya istirahat kemudian Ibu tersebut mengemis-ngemis lagi dengan membawa bayinya. Sebetulnya aku kasihan sama pengemis-pengemis tersebut, tapi aku sama sekali belum pernah ngasih uang ke pengemis tersebut. Ada berbagai alasan kenapa aku  tidak memberikan uang pada pengemis-pengemis tersebut :

1. Seandainya aku kasih uang ke pengemis tersebut kemudian semua mobil yang lewatpun ngasih ke mereka maka kemungkinan besar populasi pengemis tersebut akan bertambah.

2. Aku tidak suka dengan Ibu-Ibu yang membawa balita duduk di pinggir jalan untuk mengemis karena anak-anak jadi menghirup udara kotor dari knalpot mobil dan anak-anak tidak bisa main seperti anak-anak pada umumnya.

3. Pada saat bayi dibawa mengemis, botol susunya dibiarkan terbuka tidak ditutup sehingga kasihan banget bayinya minum susu campur polusi. Sekarang bayinya sudah bisa telungkup dan kelihatan bayinya cukup gemuk juga.

Begitulah aku berpikir mengenai mereka, aku tidak mengerti apakah negara tidak punya lembaga untuk perlindungan anak-anak ?

Buat apa kami membayar pajak penghasilan sebesar 35 % dari hak kami tetapi ternyata rakyat tidak menjadi prioritas, seandainya uang ipajak yang dipotong dari kami tersebut  dimanfaatkan untuk kesejjahteraan rakyat seperti misalnya membasmi eksploitasi anak-anak maka aku yakin kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat karena anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang cerdas bukan anak-anak yang hidup di jalanan seperti itu.

Ya Allah semoga pemimpin-pemimpin di negara kita tercinta ini sadar bahwa mereka punya kewajiban untuk mensejahterakan rakyat bukan untuk memperkaya  dirinya sendiri.

No responses yet

Jan 21 2011

Napak Tilas jejak nenek moyang di Sumatera Barat

Published by yatty under Album Photo

One response so far

Next »